PTA Pontianak Saksikan Acara Refleksi Akhir Tahun 2018 Via Live Streaming

Pontianak | www.pta-pontianak.go.id

Menjelang akhir tahun 2018, Mahkamah Agung RI menggelar acara Refleksi Akhir Tahun 2018. Acara yang memaparkan capaian kinerja Mahkamah Agung RI Tahun 2018 itu, langsung dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH pada Kamis (27/12/2018) pagi di Tower lantai 2 Gedung Mahkamah Agung.

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak sesuai dengan surat edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI nomor 11 tahun 2018, turut menyaksikan acara tersebut melalui live streaming di Aula Pengadilan Tinggi Agama Pontianak. Seluruh pegawai Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dan pimpinan Pengadilan Agama Se Kalimantan Barat sangat antusias menyimak penyampaian dari Ketua Mahkamah Agung tersebut.

Hatta Ali mengutarakan sudah banyak capaian yang sudah berhasil dilakukan oleh Pengadilan. Misalnya saja dalam penanganan perkara, Mahkamah Agung berhasil menurunkan jumlah tunggakan perkara dari tahun-tahun sebelumnya. Jumlah tunggakan perkara ini menjadi terendah sepanjang sejarah berdirinya MA.

Hal lain yang patut untuk diapresiasi adalah dengan terus dilakukan inovasi dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Yang terbaru adalah Mahkamah Agung telah meluncurkan aplikasi e-court yakni aplikasi yang memberikan kemudahan dalam layanan administrasi perkara secara elektronik, dengan fitur e-filing (pendaftaran perkara secara elektronik), e-payment (pembayaran panjar biaya perkara secara elektronik), dan e-summons (pemanggilan dan pemberitahuan kepada para pihak secara elektronik). Melalui aplikasi e court pendaftaran gugatan/permohonan oleh seorang Advokat dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja tanpa harus datang langsung ke pengadilan, sepanjang advokat tersebut telah tervalidasi sebagai pengguna terdaftar dalam sistem aplikasi e-court.

Capaian lainnya adalah dengan diraihnya predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dalam pengelolaan keuangan negara yang berhasil meraih 6 kali secara berturut-turut.

Namun Ketua Mahkamah Agung sangat menyayangkan capaian yang telah diraih tersebut, tercoreng dengan adanya OTT dari KPK. Walaupun jumlah aparatur peradilan yang terjaring sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan jumlah aparatur peradilan seluruh Indonesia.

Diakhir penyampaiannya, Hatta Ali mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja cerdas segenap warga peradilan di seluruh Indonesia. Prestasi dan keberhasilan yang dicapai harus senantiasa menjadi pemacu semangat agar kita mampu bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dan pencari keadilan. (Roni)

Leave a Reply