Bantu Korban Tsunami Selat Sunda, MA dan PP IKAHI Bentuk Tim Relawan Bencana

Jakarta-Humas : Bencana alam tsunami selat sunda yang terjadi pada Hari Sabtu, 22/12 yang lalu mengakibatkan jatuhnya korban yang tidak sedikit, baik korban jiwa maupun yang luka-luka. Selain itu, ratusan kediaman masyarakat dan infrastruktur hancur lebur diterjang ganasnya ombak laut. Diantara daerah yang terkena imbas dari bencana tsunami selat sunda ini adalah beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten dan Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.

Menanggapi bencana tersebut, Pimpinan Mahkamah Agung dan Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP Ikahi) membentuk tim relawan tanggap bencana tsunami yang terdiri dari anggota IKAHI pusat dan daerah dan Pegawai Mahkamah Agung guna memberikan bantuan kepada para korban terdampak bencana tsunami tersebut.

Tim relawan MA dan PP IKAHI akan difokuskan di dua tempat terdampak parah bencana tsunami, yaitu Kalianda dan Pandeglang. Selanjutnya, tim yang telah dibentuk oleh Mahkamah Agung dan PP IKAHI akan berkoordinasi dengan pimpinan pengadilan-pengadilan sekitar daerah Lampung dan Pandeglang untuk bersama-sama memberikan bantuan berupa materil maupun immateril.

Salah satu bentuk bantuan yang telah diberikan oleh tim PP IKAHI selang sehari pasca kejadian tsunami adalah memberikan bantuan makanan dan didistribusikan ke daerah-daerah yang menjadi simpul berkumpulnya masyarakat yang mengungsi. “kami memasak sendiri makanan untuk kebutuhan masyarakat, lalu kami distribusikan langsung kepada yang membutuhkan di lapangan,” ujar salah satu relawan PP IKAHI.

Kedepan, tim relawan akan melakukan survey ke lapangan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan bantuan lebih lanjut, antara lain membuat dapur darurat dan pemberian bantuan medis di posko-posko pengungsian tsunami di dua tempat tersebut.

Seperti yang dilansir dari BNPB melalui siaran persnya beberapa waktu lalu, akibat bencana tsunami selat sunda tersebut sampai saat ini, jumlah korban tsunami Selat Sunda terus bertambah. Setidaknya hingga Hari Selasa, 25/12 lalu, jumlah korban meninggal sebanyak 429 orang, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi. (Abdurrahman Rahim/Rudi S)

Leave a Reply